Ingin Memilih Bahan Untuk Lantai? Perhatikan 3 Perbedaan Granit dan Keramik Berikut!

Home / Granit / Ingin Memilih Bahan Untuk Lantai? Perhatikan 3 Perbedaan Granit dan Keramik Berikut!

Mempunyai hunian yang nyaman dan sejuk ialah idaman semua orang, apalagi bagi mereka yang mempunyai lahan rumah yang tidak luas. Pemilihan bahan menjadi hal penting untuk mewujudkan kesan tersebut di dalam rumah. Saat ini, banyak bahan bangunan yang dapat digunakan, seperti granit dan keramik. Kedua jenis bahan ini sama-sama tahan lama, anti noda, anti gores, tahan air, dan bisa diaplikasikan pada ruangan mana pun di rumah. Tentu granit dan keramik memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Berikut kelebihan dan kekurangan masing-masing bahan sehingga artikel ini dapat dijadikan acuan saat memilih bahan utuk lantai.

Perbedaan I : Bahan Dasar

Keramik terbuat dari tanah liat yang dibentuk dengan model tertentu lalu dibakar. Kemudian keramik yang telah dibakar tadi dilapisi bahan pengkilap (glaze) di permukaannya.  Setelah itu, corak/motif dibuat di atas lapisan glaze untuk kemudian dibakar sekali lagi sampai matang dan siap pakai. Tujuan dari proses pembakaran sebanyak dua kali (double fired tile) ini yaitu meningkatkan kekerasan dan kekuatan keramik. Itulah kenapa, bagian bawah keramik selalu berwarna merah khas tanah liat dengan motif dan warna yang berbeda-beda.

Terkadang keramik diberi tambahan aksesoris yang disebut listello dan inserto untuk menambah nilai estetikanya. Setelah penambahan aksesoris tersebut berhasil dilakukan, keramik perlu dibakar lagi (third fliring tile) supaya bahan tambahan tadi bisa menempel dengan kuat. Faktanya proses pembuatan beberapa jenis keramik memerlukan tahap pembakaran hingga sebanyak 4-5 kali, terutama untuk keramik kualitas premium. Semakin banyak keramik tersebut dibakar, semakin indah pula hasilnya sehingga harganya pun semakin mahal.

Sementara itu, granit merupakan batu alami terbuat dari magma yang sudah mendingin dan di bawah tekanan ekstrim selama bertahun-tahun. Lantai granit bisa dibilang salah satu material bangunan tertua karena lantai granit sudah dipakai sejak beratus-ratus tahun lalu. Lantai granit cocok dipasang di rumah maupun di gedung perkantoran. Karena lantai granit kuat, anti gores, anti noda dan anti slip, lantai granit sering diaplikasikan di area-area tempat lalu lalang orang-orang seperti di lobi gedung, teras, dan dapur rumah.

Batuan alam ini mulai digunakan sebagai bahan bangunan yang mampu memberi kesan sejuk dan rumah akan terlihat lebih luas. Granit sendiri mempunyai berbagai macam jenis dengan karakteristik yang berbeda. Sangat penting untuk kita mengerti jenis-jenis granit dahulu sebelum kemudian menentukan granit seperti apa yang diperlukan. Pastikan granit yang Anda pilih cocok dengan desain dan kebutuhan rumah anda.

Perbedaan II : Sifat-sifat Fisik

Jika Anda perhatikan dengan baik, bodi keramik memiliki warna merah yang beraneka ragam. Dari mulai warna merah kecokelat-cokelatan sampai dengan merah keputih-putihan. Perlu diketahui, tingkat kecerahan warna tersebut menandakan tingkat penyerapan air oleh pori-pori yang dimilikinya. Keramik dengan bodi berwarna merah gelap mempunyai tingkat penyerapan air lebih besar daripada keramik yang bodinya berwarna merah cenderung putih. Itulah kenapa, keramik yang memiliki bodi berwarna merah gelap wajib direndam di dalam air terlebih dahulu sebelum dipasang di lantai atau dinding.

Sifat-sifat fisik keramik selanjutnya yaitu adanya window frame atau garis berwarna putih yang tidak tertutup bahan pewarna di sekeliling pinggir keramik. Keramik juga sesungguhnya tidak benar-benar memiliki permukaan yang rata. Permukaan material ini sedikit bergelombang (wavy) akibat dari lapisan glaze yang tidak menyebar secara merata. Anda juga harus tahu kalau keramik ada yang melalui proses pemotongan terlebih dahulu atau tidak. Keramik-keramik yang telah dipotong (cutting) ini mempunyai bentuk yang sama dan sudut siku.

Sedangkan granit merupakan batuan alam yang bersifat intrusif, felsik, dan igneus Bandingkan dengan granit yang mempunyai permukaan jauh lebih rata dan tidak bergelombang karena dipotong memakai mesin khusus yang berteknologi canggih. Pengertian granit adalah suatu jenis batuan . Granit kebanyakan besar, keras, dan kuat. Oleh karena itu granit banyak digunakan sebagai batuan konstruksi. Kepadatan rata-rata granit 2,75 gr/cm³ dengan jangkauan antara 1,74 dan 2,80. Granit memiliki sifat kedap air, kaku (rigid), non-higroskopis, dan memiliki koefisien ekspansi termal yang sangat rendah.

Perbedaan III : Daya Kekuatan

Jika Anda membandingkan antara keramik dan granit, mana yang lebih kuat terhadap gesekan dan benturan. Jawabannya granit adalah pemenangnya. Granit mempunyai karakteristik material yang lebih keras dan lebih berat. Hasil tekanannya mampu mengalahkan keramik yang notabene memiliki bobot lebih ringan. Lapisan glaze yang tipis pada keramik juga membuatnya gampang tergores dan terkikis seiring dengan berjalannya waktu.

6 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *